Pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya? Pasti nggak sabar dan agak deg-degan bukan?
Pergi ke luar negeri, baik dalam rangka liburan ataupun business trip, memang menyenangkan. Selain karena pengalaman baru yang didapat, jalan-jalan mahal ini bisa juga menjadi kebanggaan tersendiri. Jauh hari sebelum berangkat, biasanya kita sudah membayangkan tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi dan oleh-oleh yang akan dibeli. Pastinya, digicam atau handycam tidak akan luput dibawa untuk merekam momen-momen menyenangkan di sana. Lumayan, buat di-upload di friendster atau youtube.
Liburan dan business trip pun akan berjalan mulus tanpa ada kendala komunikasi karena bahasa asing yang dikuasai. Akan tetapi, apa jadinya jika kita kurang mahir menggunakan bahasa asing tersebut? Saya yakin kebanyakan dari kita akan menggunakan bahasa Tarzan alias gestures (gerak isyarat tubuh) sebagai cara lain dalam berkomunikasi.
Gestures, tanpa disadari, ternyata berbeda-beda tiap negara. Jika tidak paham perbedaannya, bisa-bisa akan terjadi misunderstanding yang pastinya membawa dampak tidak baik bagi liburan ataupun perjalanan bisnis kita. Berikut adalah contoh-contoh gestures di beberapa negara.
Jepang
Di Jepang, simbol OK seperti di negara kita mempunyai arti 'uang'.
Filipina
Di filipina, mengangkat kedua alis diartikan sebagai ungkapan salam/sapaan, greeting. Hal ini sangat berbeda dengan anggapan orang US karena gesture seperti ini dianggap genit atau rayuan.
Italia
Di Italia, menggelitik dagu diri sendiri berarti "Go away". Jadi, bila ada orang italia yang menggelitik dagunya, berarti dia mengusir anda. Akan tetapi, gesture ini bermakna berbeda di Brazil. Orang-orang Brazil akan mengelitik dagunya sebagai ungkapan bahwa mereka tidak tahu.
Argentina
Orang-orang Argentina akan menggerakkan jari atau tangannya seperti wiper kaca mobil jika mereka tidak tahu akan suatu hal. Sedangkan di negara kita, isyarat ini dapat diartikan tidak/jangan.
Yunani
Di Yunani, gerakan tubuh yang bermakna iya adalah dengan menggelengkan kepala. Hal ini sangat kontras dengan makna yang ada di negara-negara pada umumnya. Misalnya saja, di Indonesia, menggeleng bermakna tidak, sedangkan mengangguk bermakna iya.
Berdasarkan contoh-contoh di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pemahaman akan budaya dari negara yang akan dikunjungi pastinya sangat bermanfaat. Kita nggak mau kan ngotot-ngototan dengan para native disana gara-gara ada kesalahpahaman?
Kalau begitu, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai negara yang akan dikunjungi sebelum anda berangkat kesana.
Have a nice trip..
Tuesday, December 9, 2008
Friday, December 5, 2008
Doa
Ujian Masuk CPNS akan segera tiba. Pengumuman lokasi ujian akan diumumkan besok sore. Apakah aku sibuk mempersiapkan diri? Tidak. Justru aku kebingungan dan gelisah dalam menghadapi test ini. Bukan karena takut gagal, tapi justru takut lolos.
Test ini sangatlah penting karena sangat menentukan karir yang baru aku bangun selama dua tahun dua bulan.
Test inilah yang akan menentukan apakah aku akan tetap menjadi Guru part timer yang sangat mobile, yang bahkan dalam sehari bisa ngajar kesana kemari di tiga kota (Bogor, Jakarta dan Depok), atau Guru pegawai negeri yang hanya mengajar di satu tempat, yang mungkin for the rest of my life.
Test inilah yang dapat menentukan apakah aku tetap akan bisa menikmati mengajar anak SD hingga mahasiswa D3 atau seumur hidup mengajar anak SMA. Ya Allah, aku bingung. Aku bingung harus berdoa seperti apa. Apakah aku ingin lulus atau gagal? Apakah aku tetap harus berusaha semaksimal mungkin atau tidak usah saja?
Aku ingin berdoa, tapi aku tidak tahu apa yang ingin aku harapkan. Apakah takdirku menjadi Guru SMA yang berstatus pegawai negeri dan mendapat pendapatan tetap atau Guru swasta yang akan menikmati memiliki pengalaman-pengalaman baru meskipun memiliki pendapatan yang tidak tetap? Jadi, dipikiranku, jadi Guru SMA tidak menyenangkan.
Aku butuh ketenangan pikiran dan tetap berdoa
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi"
QS. Huud: 47
Test ini sangatlah penting karena sangat menentukan karir yang baru aku bangun selama dua tahun dua bulan.
Test inilah yang akan menentukan apakah aku akan tetap menjadi Guru part timer yang sangat mobile, yang bahkan dalam sehari bisa ngajar kesana kemari di tiga kota (Bogor, Jakarta dan Depok), atau Guru pegawai negeri yang hanya mengajar di satu tempat, yang mungkin for the rest of my life.
Test inilah yang dapat menentukan apakah aku tetap akan bisa menikmati mengajar anak SD hingga mahasiswa D3 atau seumur hidup mengajar anak SMA. Ya Allah, aku bingung. Aku bingung harus berdoa seperti apa. Apakah aku ingin lulus atau gagal? Apakah aku tetap harus berusaha semaksimal mungkin atau tidak usah saja?
Aku ingin berdoa, tapi aku tidak tahu apa yang ingin aku harapkan. Apakah takdirku menjadi Guru SMA yang berstatus pegawai negeri dan mendapat pendapatan tetap atau Guru swasta yang akan menikmati memiliki pengalaman-pengalaman baru meskipun memiliki pendapatan yang tidak tetap? Jadi, dipikiranku, jadi Guru SMA tidak menyenangkan.
Aku butuh ketenangan pikiran dan tetap berdoa
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi"
QS. Huud: 47
Subscribe to:
Posts (Atom)